Organisasi Berita Gunakan AI untuk Perkuat Jurnalisme
Organisasi berita global mengintegrasikan OpenAI untuk bantu jurnalis liput liputan, jangkau audiens baru, dan bangun bisnis berkelanjutan.

OpenAI mengungkap bagaimana organisasi berita di seluruh dunia menggunakan kecerdasan buatan untuk memperkuat misi jurnalistik dan bisnis mereka. Dalam setahun terakhir, laporan ini menyoroti berbagai cara AI membantu jurnalis bekerja lebih efisien, menjangkau audiens baru, dan mempertahankan model bisnis yang tangguh.
Memberdayakan Jurnalisme dengan AI
Penerapan AI di ruang redaksi semakin beragam. The Associated Press menggunakan teknologi OpenAI untuk mendukung verifikasi, riset, dan alur kerja jurnalistik. Alat AI membantu jurnalis memindai berita dan podcast malam hari untuk menemukan perkembangan yang layak dilaporkan, melacak unggahan gambar dan video untuk verifikasi melalui geolokasi, serta mengubah ribuan berkas Mahkamah Agung menjadi informasi terstruktur dan mudah dicari. Semua ini mengurangi tugas repetitif sehingga jurnalis dapat fokus pada liputan orisinal yang khas.
Di POLITICO, AI menganalisis volume besar dokumen publik agar jurnalis dapat menghasilkan laporan mendalam lebih cepat. Sementara tim komersial memanfaatkan AI untuk menyesuaikan pengalaman penjualan dengan data yang lebih kaya, membebaskan mereka untuk fokus pada hubungan manusia. Axios membangun serangkaian GPT kustom, termasuk “FOIA Refiner GPT” yang membantu reporter menyusun permintaan catatan publik yang spesifik dan efisien, serta “Axiomizer GPT” yang meninjau naskah untuk merekomendasikan judul dan tulisan yang lebih tajam.
The Philadelphia Inquirer mengembangkan Scribe, alat bertenaga AI yang membantu jurnalis memantau rapat publik di puluhan kota dan distrik sekolah. Scribe mengubah transkrip rapat menjadi ringkasan ringkas, lalu menilai dan memberi peringkat perkembangan berdasarkan kerangka kelayakan berita yang dibuat oleh redaksi. Sementara itu, Axel Springer menggunakan AI di berbagai mereknya: Business Insider menghadirkan fitur dengar satu ketuk, dan WELT menggunakan AI untuk memproduksi buletin khusus serta menyediakan lapisan pemeriksaan fakta tambahan di sistem manajemen konten.
Di sisi lain, Le Monde memperluas jangkauan audiens berbahasa Inggris dengan memanfaatkan model ChatGPT yang telah disesuaikan dengan panduan gaya terjemahan mereka, mempercepat proses penerbitan tanpa mengorbankan kualitas. PRISA Media mengintegrasikan AI ke berbagai alat editorial, dari pelacak tren dan informasi hingga asisten percakapan untuk pelanggan EL PAÍS. The Daily Beast bahkan membangun Data Scouts, agen AI yang tidak sekadar merangkum data, tapi juga mengidentifikasi peluang dan merekomendasikan langkah praktis bagi tim.
Memperluas Audiens dan Pengalaman Pembaca
AI juga membuka cara baru bagi pembaca untuk menikmati konten jurnalistik. Condé Nast meluncurkan Bon Appétit Test Kitchen Assistant yang didukung AI. Asisten ini memungkinkan pembaca mengajukan pertanyaan tentang resep, teknik memasak, substitusi bahan, hingga rekomendasi produk secara real time dengan mengacu pada arsip editorial yang luas.
The Atlantic bahkan menciptakan game misteri pembunuhan interaktif berjudul Lemony Snicket’s Suspicious Incident in Dubious Park. Mereka menggunakan ChatGPT untuk mengembangkan karakter, cerita, dan alur permainan, menghadirkan pengalaman unik bagi pembaca setia.
Proyek lain datang dari American Journalism Project yang didukung OpenAI. Studio Produk & AI mereka membantu organisasi berita lokal memanfaatkan AI secara bertanggung jawab. Misalnya, Centro de Periodismo Investigativo (CPI) di Puerto Rico menggunakan GPT kustom untuk menyusun dan menerjemahkan komunikasi donor dalam bahasa Inggris dan Spanyol, menghemat waktu tim kecil tanpa kehilangan suara otentik. Pendekatan serupa kemudian diadaptasi oleh Enlace Latino North Carolina untuk meluncurkan buletin berbahasa Inggris pertama mereka, memperluas jangkauan dan membuka peluang sponsor baru.
Apa Artinya bagi Ekosistem Media di Indonesia?
Penerapan AI di organisasi berita global ini menunjukkan bahwa teknologi dapat menjadi alat bantu yang berharga untuk meningkatkan efisiensi, memperdalam liputan, dan membangun hubungan lebih personal dengan audiens. Bagi pengembang dan organisasi media di Indonesia, praktik ini membuka wawasan tentang potensi integrasi AI yang etis dan bertanggung jawab, selalu dengan kendali penuh jurnalis, guna mendukung jurnalisme berkualitas dan keberlanjutan bisnis di era digital.