NTT DATA Group Pangkas Analisis Insiden Jadi 30 Menit Pakai Codex
Adopsi Codex dari OpenAI mempercepat analisis insiden kritis dari 3 hari menjadi 30 menit, membuka jalan otomatisasi di luar lingkup IT.

NTT DATA Group, perusahaan layanan TI global asal Jepang, berhasil memangkas waktu analisis insiden kompleks dari tiga hari menjadi hanya 30 menit menggunakan Codex dari OpenAI. Pencapaian ini bukan hanya lompatan efisiensi teknis, tetapi juga menandai perluasan peran AI dari sekadar asisten percakapan menjadi agen otonom yang mampu menjalankan tugas secara mandiri di lingkungan korporasi.
Dari ChatGPT Enterprise ke Fondasi Codex
Perjalanan NTT DATA dimulai dengan peluncuran ChatGPT Enterprise ke seluruh perusahaan setelah kemitraan strategis global dengan OpenAI pada Mei 2025. Mereka membentuk Pusat Keunggulan (Center of Excellence/CoE) internal untuk mengelola distribusi lisensi, validasi teknis, pengembangan kasus pakai, dan pemantauan penggunaan. Hasilnya, lebih dari 96% karyawan menyatakan puas dan lebih dari 95% melaporkan peningkatan produktivitas dalam survei internal.
Kebiasaan menggunakan AI untuk riset, penulisan, dan kreasi konten inilah yang kemudian menjadi fondasi saat perusahaan memperkenalkan Codex ke sekitar 9.000 karyawan, baik dari latar teknis maupun nonteknis.
Lompatan Awal: Analisis Insiden 3 Hari Menjadi 30 Menit
Kisah sukses pertama yang menjadi perhatian jajaran pimpinan adalah otomatisasi analisis insiden pada suatu sistem kritis. Sebelumnya, pekerjaan ini membutuhkan lima insinyur berpengalaman dan tiga hari penuh. Dengan Codex, seluruh proses tuntas dalam 30 menit.
“Codex telah mengubah cara orang di seluruh perusahaan memandang AI. Gagasan bahwa AI dapat memimpin pelaksanaan pekerjaan memberi dampak yang mirip dengan kemunculan ChatGPT,” kata Hiroaki Sato dari Departemen Teknologi AI NTT DATA Group.
Kemampuan Codex yang tidak hanya menulis kode, tetapi juga menyelidiki, mengeksekusi, menguji, dan merevisi berdasarkan instruksi, menjadi bukti nyata nilai agenik AI di lingkungan korporasi.
Melampaui Divisi Teknik: Karyawan Nonteknis Ikut Terbantu
Mengikuti pendekatan “Client Zero” yang menjadikan internal sebagai pelanggan pertama, NTT DATA mendorong karyawan di berbagai fungsi untuk menguji Codex. Hasilnya, penggunaan meluas ke luar lingkup pengembangan perangkat lunak. Karyawan nonteknis mulai menggunakan Codex untuk membangun alat ringan, mengorganisasi file dalam jumlah besar, menganalisis data di Excel, merangkum dokumen, dan mengotomatiskan proses berulang.
Salah satu contoh nyata: karyawan memanfaatkan Codex untuk mengekstrak biaya transportasi dari laporan kartu kredit lalu memindahkannya ke formulir penggantian biaya perjalanan. Codex mampu bekerja lintas file, memahami struktur tiap lembar, dan membantu verifikasi hasil transfer, menggantikan proses manual yang rumit. Kini, karyawan tanpa keahlian pengembangan pun dapat membuat laporan analitis langsung dari data mentah, mengurangi ketergantungan pada alat business intelligence dan dashboard khusus.
“Codex lebih dari sekadar membantu pengembang menulis kode lebih cepat. … Dengan memungkinkan AI untuk meneliti, mengorganisasi, menjalankan, dan memvalidasi pekerjaan, Codex memberdayakan setiap karyawan untuk mentransformasi pendekatan terhadap peran mereka,” ujar Yuji Shono, Head of Global AI Office NTT DATA Group.
Keamanan dan Tata Kelola Jadi Kunci Adopsi Skala Besar
Untuk memperluas penggunaan Codex dengan aman, CoE menerbitkan panduan keamanan dan praktik adopsi. Panduan ini memperjelas data apa yang boleh digunakan, sistem mana yang dapat dihubungkan, manajemen lalu lintas jaringan, mode sandbox yang sesuai, tingkat otomatisasi yang tepat, serta kapan tinjauan manusia diperlukan. Lingkungan yang aman dan terkelola ini memungkinkan karyawan teknis dan nonteknis mengeksplorasi Codex tanpa rasa khawatir.
“Menciptakan lingkungan yang aman dan terkelola dengan baik sangat penting agar karyawan dapat menggunakan Codex dengan percaya diri. Visi kami adalah menjadikan Codex lebih dari sekadar alat bagi insinyur. Kami ingin ia menjadi bagian alami dari pekerjaan sehari-hari setiap karyawan,” tambah Yuji Shono.
Hasil Nyata dan Pelajaran Kepemimpinan
Beberapa capaian terukur dalam adopsi Codex di NTT DATA Group:
- Analisis insiden kompleks selesai dalam 30 menit, dari sebelumnya 3 hari oleh 5 insinyur senior.
- Pengguna aktif mingguan Codex meningkat 1,4 kali lipat setelah penerbitan panduan dan pelatihan langsung.
- Operasi sistem internal diotomatisasi menggunakan Playwright, memangkas waktu tugas rutin harian.
Dari pengalaman ini, NTT DATA merangkum lima pelajaran penting bagi organisasi yang ingin mengadopsi Codex:
- Jadikan ChatGPT Enterprise bagian dari pekerjaan sehari-hari untuk membangun kebiasaan berkolaborasi dengan AI.
- Sebarkan ChatGPT Enterprise secara luas agar efek jaringan melalui pembelajaran rekan dan promosi dari mulut ke mulut terjadi.
- Ciptakan lingkungan yang memungkinkan karyawan menggunakan AI secara aman dengan proteksi keamanan dan privasi yang memadai.
- Perlakukan penerapan sebagai awal, lalu terus tingkatkan program adopsi menggunakan data penggunaan, survei, dan wawancara karyawan.
- Minta CoE mengidentifikasi dan menggeneralisasi kasus pakai berdampak tinggi, lalu bagikan sebagai praktik terbaik yang dapat digunakan kembali dengan pengamanan yang sesuai.
Relevansi bagi Pengguna dan Pengembang AI di Indonesia
Pendekatan NTT DATA menunjukkan bahwa adopsi AI yang sukses di perusahaan memerlukan lebih dari sekadar teknologi, melainkan juga fondasi budaya, keamanan, dan identifikasi kasus pakai berdampak tinggi. Bagi perusahaan dan pengembang di Indonesia, pelajaran ini relevan: memulai dengan mendorong penggunaan alat bantu AI secara luas dan aman dapat membuka jalan menuju otomatisasi tugas yang lebih canggih. Codex membuktikan bahwa AI otonom tidak hanya untuk insinyur, tetapi juga dapat memberdayakan peran nonteknis, menurunkan hambatan untuk menyelesaikan pekerjaan yang sebelumnya memerlukan keahlian khusus. Ini membuka peluang bagi pengembang lokal untuk mengintegrasikan kemampuan serupa ke dalam alur kerja di berbagai industri.